Kegiatan ini ditandai dengan penyerahan 1.641 sertifikat tanah elektronik kepada masyarakat, sebagai bentuk redistribusi tanah dari pelepasan kawasan hutan oleh Kementerian Kehutanan.
Kelegaan Warga Setelah Puluhan Tahun Menanti
Dalam sambutannya, Wamen ATR/BPN menegaskan bahwa legalitas ini telah lama dinantikan warga.
"Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan sertifikat elektronik hasil redistribusi tanah yang sudah lama didiami masyarakat. Ini memberikan hak kepemilikan yang sah atas tanah mereka," ujarnya.
Dari total 1.641 sertifikat, hampir 1.600 di antaranya diberikan kepada keluarga di dua desa tersebut.
Selain kepastian hukum atas tanah, pencanangan Kampung Reforma Agraria juga membuka akses bagi masyarakat untuk memanfaatkan tanah secara maksimal.
"Dalam waktu satu tahun dua bulan, Pak Pj Bupati telah bekerja keras mewujudkan ini. Sekarang, masyarakat memiliki legalitas dan akses untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," lanjutnya.
Dorongan untuk Ekonomi Produktif
Kunjungan ke berbagai usaha masyarakat, seperti pondok domba, demplot bawang, dan rumah tenun gadot, menjadi bukti bahwa program ini tidak hanya soal tanah, tetapi juga pemberdayaan ekonomi. Wamen berharap warga beralih dari pertanian tradisional ke usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Pj Bupati Majalengka, Dedi Supandi, menjelaskan bahwa sertifikasi juga mencakup lahan pemerintah desa, kabupaten, serta fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan jalan kabupaten.
"Sudah kita sertifikatkan agar pemerintah daerah bisa melakukan intervensi pembangunan," katanya.
Ke depan, Desa Nunuk Baru tak hanya memiliki legalitas tanah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, wisata, dan pelestarian sejarah. "Kami berharap wilayah ini menarik perhatian dari luar, baik untuk wisata, kerajinan, maupun museum pusaka yang akan kita hadirkan," tutup Dedi.
Dengan legalitas dan program pemberdayaan, Kampung Reforma Agraria diharapkan menjadi model pembangunan yang berkelanjutan, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain.

0Komentar