TfY6TUO6BSr5TSY8GSzpTfY0TA==
Light Dark
Perjuangan Panjang Penataan Wilayah Kota Cimahi

Perjuangan Panjang Penataan Wilayah Kota Cimahi

Daftar Isi
×
Perjuangan Panjang Penataan Wilayah Kota Cimahi
Perjuangan Panjang Penataan Wilayah Kota Cimahi

Kabaran Jabar, - Kota Cimahi, yang telah berdiri sebagai kota otonom selama lebih dari 25 tahun, kini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan wilayah dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam sebuah Sarasehan Penataan Wilayah Kota Cimahi yang diselenggarakan oleh LSM FOPDAR PLUS dengan tema "Prospektif Penataan Wilayah Kota Cimahi sebagai Bagian Integral dari Provinsi Jawa Barat", Rabu 26 Februari 2025 di Pendopo DPRD Kota Cimahi.

Ketua Panitia Sarasehan Penataan Wilayah Kota Cimahi, Dra. Ai Mulyani, M.Pd, menyampaikan bahwa momentum ini merupakan kesempatan berharga yang telah dinantikan begitu lama.

Meski harus melewati penantian panjang, akhirnya para pemangku kepentingan dapat berkumpul untuk membahas prospek perluasan dan penataan wilayah Kota Cimahi.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa hormat kepada Ketua DPRD Kota Cimahi, jajaran DPRD, Wali Kota Cimahi, serta seluruh pihak yang telah hadir.

"Sebagai penyelenggara, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam acara ini, serta apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung, termasuk Bank BJB, yang menunjukkan kepedulian terhadap pemetaan wilayah Kota Cimahi.

Perjuangan ini, menurutnya, masih jauh dari selesai. Setelah lebih dari 25 tahun, wacana perluasan wilayah Kota Cimahi terus berjalan seiring waktu, namun hingga kini belum menunjukkan pergerakan yang signifikan.

Meski demikian, ia berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti rencana perluasan wilayah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Di akhir sambutannya, Ai Mulyani mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang dan peduli terhadap perkembangan Kota Cimahi.

"Dengan adanya pertemuan ini, perjuangan yang telah lama terbengkalai dapat menemukan titik terang demi kemajuan Kota Cimahi ke depan," pungkasnya.

Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, S.H, menyoroti keterbatasan luas wilayah, yang hanya sekitar 40,25 km². Dengan laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan sumber daya alam yang terbatas, Cimahi menghadapi tekanan besar dalam pengelolaan ruang perkotaan.

Dibandingkan dengan kota dan kabupaten tetangga seperti Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang terus berkembang, Cimahi perlu mencari strategi untuk mempertahankan daya saingnya.

"Salah satu gagasan yang diusulkan adalah penguatan sektor wisata. Dengan jumlah wisatawan ke Bandung yang mencapai jutaan setiap tahun, Cimahi diharapkan dapat menarik setidaknya 10% dari arus wisata tersebut. Namun, keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas menjadi penghambat utama," ujar Wahyu.

Wacana perluasan wilayah Cimahi bukanlah hal baru. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret yang benar-benar terealisasi.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira menekankan pentingnya memanfaatkan momentum dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam memperjuangkan perluasan atau setidaknya perubahan batas wilayah.

Salah satu usulan strategis adalah integrasi Cimahi ke dalam konsep "Greater Bandung" dengan mengoptimalkan konektivitas antarwilayah.

"Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah penghapusan tarif tol Baros agar arus mobilitas ke Cimahi lebih lancar dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat," ucapnya.

Dari segi regulasi, Adhitia menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung segala kebijakan yang dapat mempercepat pengembangan wilayah Cimahi, termasuk penyusunan perda dan advokasi di tingkat pusat.

"Alternatif lain yang sedang dikaji adalah penggunaan mekanisme perubahan batas wilayah yang lebih cepat di tingkat Kementerian Dalam Negeri," terangnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, Cimahi diharapkan dapat berkembang lebih pesat tanpa kehilangan identitasnya sebagai kota yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

"Perjuangan belum selesai, namun langkah pertama telah dimulai. Kini, saatnya seluruh elemen masyarakat bersatu dalam membangun masa depan Cimahi yang lebih maju dan sejahtera," tutupnya.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp Kabaran Jabar Portal Informasi biar enggak ketinggalan update)

Pewarta: Mas Bons
Editor: Warsono