Dimas P Wardhana, Wakil Presiden FSP FARKES R KSPI Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Infokom, menyampaikan bahwa Pertamina telah mengubah produk Pertalite menjadi Pertamax tanpa pemberitahuan kepada masyarakat. “Masyarakat membeli Pertalite dengan harga lebih murah, tetapi justru mendapatkan kualitas yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” tegasnya.
Dimas juga menekankan bahwa tindakan ini mencederai kepercayaan publik dan merugikan pekerja di sektor energi yang telah bekerja keras menjaga pasokan. FSP FARKES, KSPI, dan Partai Buruh mendesak pemerintah untuk menyelidiki kebijakan ini dan memastikan akuntabilitas Pertamina.
“Masyarakat berhak mengetahui kebenaran. Kami akan terus mengawal isu ini agar tidak ada lagi praktik yang merugikan rakyat,” pungkas Dimas P Wardhana.

0Komentar